BBC News yang mengkutip Technocrati mengatakan setiap hari ada 120.000 blog baru yang dibuat oleh para blogger (termasuk saya
). Selain blog, ada juga koran, majalah, tv, tabloid, tabloid gossip (what?) dan lain-lain yang dapat menjadi alternatif informasi setiap hari. Intinya, informasi di sekitar kita sangat banyak dan cenderung overload.
Untuk menghindari hal ini, beberapa orang mencoba selektif untuk memilah-milah informasi dengan bermacam-macam cara. Saya sendiri saat ini men-set up Firefox saya sehingga dapat menampilkan website favorit setiap saya me-launch aplikasi Firefox tersebut. Dengan kemampuan “mouse gesture” pada Firefox, saya cukup men-scroll mouse saya supaya saya bisa menjelajah halaman demi halaman web yang telah tersedia dalam beberapa tab Firefox.
Cara tersebut memang cukup efisien, namun tab yang terbuka untuk memenuhi dahaga (namun selektif) informasi saya bisa mencapai antara 21 - 25 buah. Meskipun Mac saya bisa meng-handle beban memory Firefox dengan banyak tab, Firefox-nya sendiri terkadang hang dan tidak optimal apalagi bila ada komponen video di salah satu website pada salah satu tab. Kira-kira seperti ini Firefox saya terbuka setiap saya launch:
Ada yang bilang “Kenapa gak di-bookmarks aja lalu dibuka ketika perlu?” Masalahnya kalau di bookmarked, informasi tidak langsung tersedia di depan mata, dan apa yang tidak terlihat, biasanya sulit menarik perhatian. Sehingga, bookmark hanya saya gunakan untuk menyimpan webaddresses yang akan saya kunjungi ketika waktu memungkinkan.
Beberapa waktu lalu di ArsTechnica saya melihat review sebuah RSS reader yang sangat intuitif. Applikasi ini namanya “Times.”

Times bentuknya sangat unik karena tersaji seperti koran. Kita bisa mengkomposisi Times supaya dapat mengikuti selera kita melalui template yang tersedia:
Dari template tersebut, saya bisa mengkomposisikan rss feed dari berbagai macam website dan blog kegemaran saya, yang salah satunya seperti ini:

Dengan Times, selain saya bisa mengurangi jumlah tabs di Firefox, saya juga bisa memilih informasi yang ingin saya dapatkan dengan lebih baik, lebih banyak, dan terstruktur. Bila melihat gambar di atas, Times memiliki “Shelf” yang membantu kita “menyimpan” artikel-artikel yang menarik, yang ingin kita baca di lain waktu. Selain Shelf, Times juga memiliki feature Page. Feature ini berfungsi untuk meng-kategori-kan berita-berita yang ditampilkan. Seperti Times saya di atas, terdapat Page utk World, Business, Skills, Technology, Indonesia, Talks, dll.
Dengan segala kelebihannya, Times memiliki beberapa kelemahan. Selain mahal ($30), Times juga masih agak buggy, sehingga tergadang harus ForceQuit bila Times sedang freeze. Untungnya, Times memberikan update secara gratis untuk setiap versi terbarunya.
Hmm, sekarang saya masih dalam trial mode.. beli gak ya? Managing information vs $30…. Let’s see…
Review lebih lengkap bisa dilihat di ArsTechnica.
Filed under: techie | Tagged: mac, review, times, ars, firefox


“Managing information vs $30…. Let see…”
… atau mencoba dulu Firefox 3 RC1?
Hehehe… malah lupa kalo mau ada Firefox 3. Bener juga ya… asal bisa handle banyak tab sih ok tuh…
di kompie saya banyak tab malah bikin hang
RAM-nya digedein mas, min 2GB
Iya, terlalu banyak informasi memang menyulitkan. Saya sendiri bingung memilah-milahnya bagaimana. Belum lagi dengan koran, televisi, majalah. Hwah bisa overload informasi nih
cukup happy dengan camino, secara firefox sering diam ta bergerak.